top of page
Tiara

Fenomena Gus & Habib: Mudahkah Berlindung di Balik Agama?



Gus Miftah Jadi Sorotan, Pantaskah Dakwah Sambil Menghina?


Gus Miftah jadi sorotan karena videonya yang mengolok-olok penjual es teh viral di media sosial. Dia bilang itu hanya candaan, tapi banyak yang merasa ucapannya tidak pantas. Orang kerja halal kok malah direndahkan? Sebagai tokoh agama, hal ini dinilai mencoreng nilai dakwah. Kritik pun berdatangan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat umum​.


Rekam Jejak Digital Makin Terbongkar


Bukan sekali terjadi, Gus Miftah berulang kali bercanda kelewatan, seringkali dianggap merendahkan orang lain. Ia memang mengaku itu sebagai ciri khasnya dalam berdakwah. Namun, banyak yang merasa candaan itu tidak sesuai dengan posisinya sebagai ulama. Tokoh agama seharusnya bisa menjaga batas dalam berbicara. Kasus ini pun semakin mencoreng citranya di mata publik​.


Banyak Penyelewengan, Masih Layak Jadi Panutan?


Fenomena Gus dan Habib yang amat diagungkan, padahal menyimpang, sering terjadi dan menimbulkan polemik. Beberapa dari mereka diketahui memanfaatkan gelar keagamaan semata untuk popularitas dan keuntungan pribadi. Contohnya adalah kasus seorang habib yang pernah tertangkap melakukan penipuan investasi berkedok agama. Ada juga yang menggunakan statusnya untuk menjustifikasi tindakan kekerasan atau ujaran kebencian. Masyarakat gerah akan kemunculan banyaknya tokoh agamanya yang sama sekali jauh dari kata layak menjadi panutan. Kepercayaan publik tidak hanya bergantung pada gelar, tetapi pada konsistensi dalam mencontohkan nilai-nilai agama yang sebenarnya.


Reaksi Publik yang Terbagi


Masyarakat punya pandangan berbeda tentang kasus ini. Ada yang mengecam, merasa candaan seperti itu sama sekali tidak pantas. Tapi, ada juga yang menganggap ini hanyalah masalah sepele dan tak perlu terlalu dibesar-besarkan. Perbedaan pendapat ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih dalam tentang bagaimana tokoh agama semestinya berperilaku di depan publik. Mereka punya tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan perannya.


Tokoh Agama Tak Perlu Disembah!


Dari kejadian ini kita juga kembali disadarkan untuk menghindari fanatisme. Penting untuk memahami bahwa yang kita sembah adalah Tuhan, bukan tokoh agama. Gelar seperti Gus atau Habib tidak menjamin seseorang bebas dari kesalahan. Dengan begitu, kita tetap bisa menjaga iman tanpa terjebak dalam kultus individu. Agama adalah hubungan kita dengan Tuhan, bukan dengan perantaranya saja.


 

Referensi:



7 views0 comments

Comments


Submit Tulisanmu

Kirimkan tulisan Anda dan jadilah bagian dari komunitas kami yang berkontribusi dalam berbagai topik menarik yang kami sajikan kepada pembaca setia kami.

bottom of page