Gempuran Israel Makin Brutal, Rumah Sakit Indonesia Dikepung
- Pengamat Negeri
- 16 minutes ago
- 1 min read

Gaza kembali dilanda serangan brutal dari militer Israel. Dalam waktu 24 jam pada hari Minggu (18 Mei 2025), setidaknya 151 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan udara dan darat yang makin meluas di wilayah utara dan selatan Gaza.
Salah satu serangan paling mematikan terjadi di tempat pengungsian al-Mawasi, Khan Younis, yang menewaskan 36 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Di wilayah utara, 42 warga tewas, termasuk lima jurnalis yang meninggal bersama keluarga mereka.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara juga menjadi sasaran. Pasukan Israel mengepung dan membombardir rumah sakit tersebut, yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan terakhir yang masih beroperasi di wilayah itu. Menurut Direktur RS Indonesia, Dr. Marwan al-Sultan, serangan ini bahkan mengenai unit perawatan intensif.
Organisasi kemanusiaan MER-C melaporkan bahwa kondisi rumah sakit sangat memprihatinkan. Plafon runtuh, kaca pecah, dan beberapa alat medis rusak akibat guncangan bom. Meski dalam kepungan dan keterbatasan, sekitar 20 staf medis masih bertahan di dalam rumah sakit dan terus memberikan pelayanan sebisa mungkin.
Serangan terhadap fasilitas kesehatan seperti ini dikecam keras oleh komunitas internasional, karena dinilai sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional. MER-C mendesak Israel untuk menghentikan serangan dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, lebih dari 53 ribu warga Palestina dilaporkan tewas. Pemerintah Palestina bahkan menyebut angka korban bisa mencapai lebih dari 61 ribu jiwa, dengan banyak lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Sumber: TEMPO, VOA Indonesia, Media Indonesia
Comments